Pemanasan dan Peregangan Sebelum Latihan
Sebelum memulai latihan badminton dengan intensitas tinggi, penting untuk melakukan pemanasan minimal 10–15 menit. Pemanasan membantu meningkatkan aliran darah ke otot dan sendi sehingga mengurangi risiko cedera. Peregangan dinamis seperti lunge, arm swing, dan shoulder rotation dapat mempersiapkan tubuh untuk gerakan cepat dan lompatan. Hindari langsung bermain tanpa pemanasan karena otot dingin lebih rentan mengalami cedera.
Teknik yang Tepat dan Kontrol Gerakan
Menguasai teknik dasar seperti servis, smash, dan footwork dengan benar sangat penting untuk mencegah cedera. Selalu perhatikan posisi tubuh saat melakukan gerakan cepat dan lompat. Gerakan yang salah atau terburu-buru meningkatkan risiko cedera lutut, pergelangan kaki, dan bahu. Latihan bertahap dengan intensitas yang meningkat membantu tubuh beradaptasi dan memperkuat otot penyangga sendi.
Pengaturan Intensitas Latihan
Latihan badminton intensitas tinggi sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mulai dengan durasi dan intensitas rendah, kemudian naikkan secara bertahap setiap minggu. Jangan memaksakan tubuh jika sudah lelah karena kelelahan meningkatkan risiko cedera otot. Mengatur jeda istirahat yang cukup antara sesi latihan juga membantu tubuh pulih dan memperkuat daya tahan.
Peralatan dan Sepatu yang Mendukung
Penggunaan sepatu khusus badminton dengan sol anti-slip dan bantalan yang baik sangat penting untuk mengurangi cedera pergelangan kaki dan lutut. Raket dengan grip sesuai ukuran tangan juga membantu mengurangi tekanan pada pergelangan tangan dan siku. Memastikan peralatan sesuai standar mendukung keamanan latihan tanpa mengurangi performa.
Pendinginan dan Pemulihan Otot
Setelah latihan, lakukan pendinginan selama 5–10 menit dengan peregangan statis untuk otot kaki, lengan, dan punggung. Pendinginan membantu mengurangi ketegangan otot dan mempercepat pemulihan. Minum air yang cukup dan konsumsi nutrisi yang tepat juga mendukung proses pemulihan serta menjaga tubuh tetap fit untuk sesi latihan berikutnya.
